WASPADA Pesanan Belanja Online Dikirim Via TIKI Dibobol dan Ditukar

WASPADA Pesanan Belanja Online Dikirim Via TIKI Dibobol dan Ditukar

RANCAH POST – Masih tentang kasus pesanan tidak sesuai saat belanja smartphone di Lazada, sebuah pengalaman pahit yang musti dijadikan ajang pembelajaran bagi semua. Meski dalam hal ini masih dugaan-dugaan siapa yang membongkar dan menukar isi paket yang dikirim via TIKI.

Seperti dipaparkan sebelumnya, tanggal 8 Oktober, beli 1 unit Xiaomi Mi4c, tanggal 11 Oktober beli 1 unit Redmi 3s. Kedua handphone tersebut dikirim melalui TIKI. Kemudian tanggal 15 Oktober juga beli 1 unit Redmi 3x, dan dikirim melalui JNE. Nah, orderan yang menggunakan TIKI tiba tanggal 17 dan 18 Oktober, kedua pesanan ini tidak sesuai, sangat tidak sesuai. Isi dari kedua pesanan tersebut masing-masing berupa air mineral kemasan gelas dan sebungkus batu. Sedangkan pesanan yang menggunakan jasa pengiriman JNE juga datang pada 17/10, tapi isi paket sesuai.

Jika melihat penjual ponsel tersebut di Lazada sudah sangat reputable, lantas kenapa bisa tidak sesuai? Setelah ditelusuri, melihat apa yang tertera di semua kemasan packing, tertulis Lazada Express (LEX). Artinya, Lazada mengambil pesanan (pickup) ke tempat seller, lalu dibawa ke gudang Lazada, kemudian oleh Lazada dikirimkan ke buyer dengan menggunakan TIKI.

Nah, setiap paket pesanan yang mencurigakan, terlebih dahulu difoto dan rekam video siapa tau nanti bisa dijadikan barang bukti. Prosesi buka pesanan pun disaksikan oleh kurir TIKI sendiri, kurir diminta gak pulang dulu sebelum clear dan biar tidak dibilang akal-akalan. Nah, mengetahui pesanan tidak sesuai, kurir yang juga merekam, malah bengong, lalu ngeloyor balik, boa edan wa!

Kemungkinan barang hilang sangat besar dalam perjalanan pengiriman, di TIKI, terbukti dengan segel dari pihak seller yang sudah dibobol. Jika seller curang, ngambil isi paket, tentu pihak LEX tidak akan mau bawa pesanan tersebut. So, bisa jadi isi pesanan itu diduga diambil oleh oknum TIKI dengan cara merusak segel dan kemasan, ambil isi paket, diganti air mineral/batu, dan kemudian dikemas ulang dengan bungkus dan segel TIKI yang baru.

Kalo di Lazada ada pilihan jasa pengiriman kaya di toko-toko sebelah, pasti gak akan pilih itu jasa pengiriman yang bernama TIKI. Cuma ya itu, kebijakan perusahaan bagi-bagi proyek ekspedisi gak bisa diprotes. Meksi udah berkali-kali usul ke Lazada, kiriman ke kampung jangan pake TIKI, tapi ya teu didenge.

Di sini, bukan pembelaan terhadap Lazada atau Seller, itu semata berdasarkan temuan-temuan yang didapat saat membuka paket pesanan. Mungkin si maling pikir nemu korban empuk yang jika dilihat dari alamatnya berada di kampung antah berantah. Tapi Anda salah besar, karena ane pengen usut ini, tuman wa!

Kesimpulan saat ini, isi pesanan diduga dibongkar dan dituker oleh oknum TIKI. So, guys, jangan pernah mau kirim paket berharga menggunakan jasa pengiriman satu ini. Selain nyampenya lama bin lelet, juga beresiko tinggi hilang dicuri.

Memang sih, keputusan ada di Lazada Indonesia, karena berdasar pembicaraan per telepon dengan TIKI pusat, yang seharusnya membuat klaim/laporan adalah pihak Lazada. Ane sih sebenarnya pengen banget ini ramai di blow up dan dikasusin/diperkarain ama yang berwajib, biar kapok.

Be wise, guys!

loading...

BERITA TERKAIT

1 Comment

  1. Arief Kurniawan
    October 25, 2016 at 4:09 am Reply

    Saya pernah beli Headphone Bluedio Turbine H+ di tokopedia, pertama menggunakan JNE, karna waktu itu JNE lg penuh proses pengiriman yg biasanya cuman sehari (Jakarta-Cikarang) molor sampe 1minggu, disini saya kecewa sama JNE, tp begitu barang sampai dg selamat. Selama menunggu barang dr JNE sampai saya berkali-kali menghubungi seller, pihak seller sangat bertanggungjawab, mereka melakukan komplain ke JNE, bahkan bersedia menghubungi hotline Cust Care JNE sampai beberapa kali, juga mengatakan bahwa mereka bertanggungjawab 100% jika barang hilang/rusak. Saya sampai gak enak sama seller yg sangat baik n begitu bertanggungjawab. Begitu barang sampai saya langsung konfirmasi ke seller, setelah saya cek barang aman n utuh,
    Beberapa hari setelah barang dari JNE sampai, saya membeli lagi produk yg sama dr seller yg sama. Karna pengalaman sebelumnya seller sangat ramah dan bertanggungjawab. Akhirnya pembelian kedua saya minta dikirim via TIKI saja, karna sebelumnya JNE cukup mengecewakan dg lamanya waktu pengiriman barang yg tidak seperti biasanya. Akhirnya seller mengirim menggunakan TIKI. Saya cek secara berkala nomor resi dr TIKI, saya sangat puas karna update status posisi barang ‘sangat update’, dalam satu hari bisa 5 kali update, gak kayak JNE yg satu minggu statusnya cuman ON PROCESS terus. Dua hari setelah barang dikirim seller, barang sampai ke tangan saya. Pertama saya buka, saya sedikit terkejut karna plastik bubble wrapnya acak-acakan, posisi isolasi buat merekatkan bubble wrap juga ngacak gak karuan, begitu selesai buka bubble wrap, saya terkejut, dushbook headset saya sobek cukup besar, sanggup dimasukin tangan. Pas saya lihat isinya masih komplit didalam dush. Saya langsung menghubungi kontak seller dg mengirim gambar dushbook yg sudah rusak dijebol ke seller. Seller mengatakan bahwa barang dari pihaknya sudah dicek dalam keadaan baik. Seller juga mengatakan kalau itu bukan dari pihaknya, bahkan mereka juga mengatakan jika barang ada yg kurang perlengkapannya atau rusak tidak bisa dipakai, seller akan bertanggungjawab mengganti sepenuhnya. Saya juga percaya ke seller. Namun begitu saya cek barang oke, tidak ada yg kurang. Seller juga menanyakan pada saya bahwa apa perlu diganti yang baru, karna dushbooknya sudah rusak, saya juga gak mau merepotkan seller yang sudah sangat baik pada saya, jadi saya gak mau minta ganti barang, toh tujuan saya beli headsetnya bukan dushbook yg bagusnya. Seller juga mengatakan akan komplain ke pihak TIKI dan menyuruh saya buat siap-siap mengirim bukti-bukti jika diperlukan, karna waktu itu mau libur lebaran, dan saya orangnya gak mau ribet berurusan dg hal semacam ini, akhirnya saya menyuruh seller agar tidak usah komplain ke TIKI, seller lalu menanyakan lagi apa benar saya gak mau memperpanjang masalah ini ke pihak TIKI, saya jawab lg dg pasti kalo saya memang gak mau memperpanjang, akhirnya seller juga gak jadi ngajuin komplain ke pihak TIKI.
    Pendapat saya, dushbook headset saya bisa jadi dijebol oleh pihak TIKI, setelah dilihat isinya ‘kurang sesuai’ dg keinginan mereka lalu dipacking kembali seadanya, karna dilihat dari berantakannya bubble wrap dan tidak teraturnya isolasi yg merekatkan bubble wrapnya.
    Saya berharap pihak TIKI mau ‘menegur’ para pihak yang bertanggungjawab dalam hal ini dan memberi sanksi yang sesuai.
    Oh ya, saya menggunakan fitur ASURANSI pengiriman dari JNE dan juga TIKI, karna kebetulan headset yg saya beli ini harganya lumayan jauh dg headset yg fiturnya sama. Hanya karna awalnya kecewa dengan JNE yang ‘lama’, akhirnya mengalami masalah yang cukup ‘pahit’ dg pihak TIKI. Sebenernya saya bisa maklum alasan JNE lama mungkin karna waktu itu sudah hampir libur lebaran dan pengiriman overload.
    Semoga pihak TIKI maupun JNE bersedia membaca tulisan saya dan menindaklanjuti agar tidak terjadi lagi kasus serupa.
    Terima kasih…

Leave a Reply