Video Pelaku Pembunuhan Woolwich, Suarakan Ancaman ke Pemerintah Inggris

Pelaku Pembunuhan Woolwich
Pelaku Pembunuhan Woolwich

RANCAH POST – Pelaku pembunuhan di Woolwich, London, adalah warga Nigeria, menurut sumber yang menolak menyebutkan identitasnya. Beberapa pakar cukup yakin bahwa bila mereka bukan warga Nigeria, mereka bisa saja merupakan keturunan Somalia.

Kedua pelaku pembunuhan langsung ditembak dan kini, mereka dibawa ke kantor polisi. Polisi Inggris sama sekali belum mempublikasikan identitas pelaku. Pemerintah Inggris pun menyebut peristiwa itu sebagai peristiwa teror. Demikian, seperti dikabarkan Reuters, Kamis (23/5/2013).

Polisi Inggris juga tidak mengkonfirmasi mengenai adanya hubungan warga Nigeria terhadap peristiwa berdarah itu. Mereka memutuskan untuk menyelidiki peristiwa itu dengan lebih lanjut.

Kriminolog di Inggris yakin, kedua pelaku adalah anggota militan garis keras yang sudah memantau situasi di Barak Royal Artillery. Seperti diketahui, Ratu Elizabeth sudah merencakan kunjungan ke barak tersebut pada pekan depatn.

Perdana Menteri David Cameron mengkategorikan serangan ini sebagai serangan teror adalah karena pembunuhan ini bermotif politik. Pelaku pun sempat menyuarakan ancaman ke Pemerintah Inggris setelah membunuh korban.

Aparat keamanan Inggris juga tidak mempublikasikan identitas korban yang merupakan seorang personel militer. Pada umumnya, Pemerintah Inggris turut merahasiakan identitas korban pembunuhan sebelum mereka memberitahukan peristiwa itu ke keluarga korban.

[youtube id=”c67Ucmz_zjE” width=”620″ height=”360″]

Korban dikabarkan mengenakan kaos bertulisan “Help for Heroes” tulisan itu adalah nama yayasan amal untuk para veteran perang Inggris. Korban itu diserang di pusat keramaian, oleh karena itulah banyak warga yang menyaksikan peristiwa mengerikan tersebut.

“Korban itu berkulit putih, saya ada di rumah saya ketika saya mendengar suara tembakan. Saya mendekati jendela dan saya melihat seorang pria terkapar yang berlumuran darah,” ujar seorang warga Fred Oyat.

Loading...

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here