Yahoo Tutup 12 Produk Layanan Aplikasinya

Yahoo
Yahoo

RANCAH POST – Dalam rangka merampingkan aplikasinya, Yahoo kini akan menutup 12 produk layanannya sebagai upaya untuk mempertajam fokusnya pada layanan. Konon, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas aplikasi yang banyak digunakan oleh orang dalam kehidupan sehari-harinya.

“Hari ini kita menutup beberapa produk kami, sehingga kami dapat terus fokus untuk menciptakan produk yang dapat menunjang hari-hari pengguna kami,” ungkap wakil presiden eksekutif dari Yahoo, Jay Rossiter dalam sebuah posting blog resminya.

Sebelumnya, perusahaan juga sudah memangkas banyak produknya pada April lalu. Berikut beberapa layanan yang akan ditutup oleh Yahoo, sebagaimana dikutip dari PC World, Sabtu (29/6/2013):

Yahoo Axis, browser plug-in (28 Juni)
Yahoo Browser Plus, sebuah layanan untuk pengembang aplikasi (28 Juni)
Citizen Sports, berita olahraga (28 Juni)
Yahoo WebPlayer, media player untuk situs (30 Juni)
FoxyTunes, plug-in untuk mengendalikan pemutar media yang berbeda (1 Juli)
Yahoo RSS Alerts (1 Juli)
Yahoo Neighbors Beta, untuk membantu mendapatkan informasi sekitar lingkungannya (8 Juli)
Alta Vista, mesin pencari Yahoo tertua (8 Juli)
Yahoo Stars India, berita selebritis (25 Juli)
Yahoo Download Beta, aplikasi untuk men-download pihak ketiga (31 Juli)
Yahoo Local API, aplikasi yang memberikan akses kepada pengembang untuk informasi bisnis lokal (28 September)
Yahoo Term Extraction API, untuk mengekstraksi istilah dan kata kunci dari situs (28 September)

Menyusul akan ditutupnya Alta Vista, Yahoo mendorong para penggunanya untuk bermigrasi ke halaman opencari Yahoo biasa. Selain itu, pembaca berita olahraga bisa beralih dari Citizen Sports ke Yahoo Sports untuk tetap update berita tim kesayangannya.

Selama beberapa bulan terakhir, pihaknya sedang fokus pada produk dan layanan dalam keseharian, seperti email, aplikasi cuaca, olahraga, keuangan dan foto.

“Kami melakukan investasi dan untuk itu kami juga akan terus melakukan investasi yang akan mendorong pertumbuhan,” ungkap CEO Marissa Mayer.

Loading...

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here