Connect with us

Fakta, Bawang Picu Penyakit Migrain

bawang merah

Kesehatan

Fakta, Bawang Picu Penyakit Migrain

rancahpost.co.id – Migrain memiliki gejala antara lain mual, dan sensitif terhadap sinar matahari. Migran dapat terjadi dikarenakan perubahan senyawa kimia alam yang terdapat di dalam otak. Dari hasil penelitian, pada kebanyakan kasus, 75,9 persen migrain dipicu oleh stres, gejolak hormon, cuaca, perubahan pola tidur, pola makan, cahaya lampu dan gambar berkedip.

Namun, penelitian terbaru yang dilakukan Yayasan Riset Pengobatan Aroma dan Rasa di Chicago, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa migrain juga bisa disebabkan oleh aroma. Beberapa aroma yang kuat seperti bawang merah, makanan berlemak, dan bahan-bahan pembersih dapat memicu sakit kepala akut.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan lebih dari 50 persen penderita migrain ternyata sensitif terhadap aroma tertentu. Kondisi tersebut dinamakan osmophobia dan perempuan lebih sensitif terhadap aroma yang memicu migrain. Sebanyak 70 persen partisipan wanita mengatakan aroma adalah pemicu migrain mereka. Hanya sedikit mencium aroma tak sedap, maka mereka dengan cepat mengalami sakit kepala sebelah.

Para partisipan wanita itu juga menyebutkan aroma bawang menyebabkan migrain. Saat mencium aroma bawang, partisipan mengalami sakit kepala sebelah dengan mata dan hidung panas, mual, kelelahan, kebingungan, serta tenggorokan sakit.

Para peneliti mengatakan aroma kuat seperti bawang merah dan aroma lainnya dapat memicu perubahan dalam emosi dalam wilayah otak yang terkait erat dengan aroma dan emosi. Diketahui aroma juga dapat merangsang saraf trigeminal, yang berperan mengirimkan sensasi dari rongga mulut dan hidung dan menyebabkan peradangan atau pembuluh darah mengerut.

“Aroma yang kuat seperti bawang, makanan terutama gorengan dan makanan berlemak, parfum, aerosol, asap rokok dan produk pembersih, secara umum bisa memicu migrain, terutama di kalangan perempuan,” kata Dr Nicholas Silver, konsultan ahli saraf di Walton Centre for Neurology and Neurosurgery dan dosen klinik kehormatan di University of Liverpool, Inggris.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Kesehatan

Advertisement
Advertisement
To Top