Connect with us

Ini Sikap Mendikbud Soal Buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’

Ini Sikap Mendikbud Soal Buku 'Aku Berani Tidur Sendiri'

Berita Nasional

Ini Sikap Mendikbud Soal Buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’

RANCAH POST – Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan munculnya buku anak berjudul ‘Aku Berani Tidur Sendiri’. Meski pada sampul bukunya hanya memperlihatkan gambar kartun seorang anak kecil, namun isi dari buku tersebut justru dituding tidak layak untuk anak.

Buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ itu pun dikecam netizen dan publik lantaran pada konten dengan sub judul ‘Aku Belajar Mengedalikan Diri’ berisikan ajaran¬†seksualitas yang tidak tepat dan malah mendorong melakukan perilaku seks menyimpang.

Berkenaan dengan hal tersebut, KPAI sudah meminta Tiga Serangkai menarik buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ karangan Fitria Chakrawati itu. KPAI pun menilai bila buku itu berisi materi yang tidak ramah untuk anak yang bisa dimaknai sebagai bentuk dorongan untuk melakukan penyimpangan seksual. “Buku itu harus ditarik, penerbit dan penulis harus minta maaf dan mengakui kesalahannya di hadapan publik,” ujar kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Ni’am, Senin (20/2/2017) kemarin.

Adapun Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengaku sudah menerima laporan perihal buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ dan memerintahkan untuk menariknya. Ia menegaskan akan melakukan penyelidikan asal dan penyebaran buku tersebut. Menurut penilaiannya, buku itu cabul dan tidak pantas untuk dibaca anak-anak. “Sata sudah meminta Irjen dan Kabalitban Dikbus untuk melakukan penyelidikan,” ujar Muhadjir.

Sementara itu, usai buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ menuai kontroversi, penerbit melalui akun media sosial resminya menjelaskan bahwa buku itu memiliki tujuan menolong orangtua memaparkan kepada anak-anaknya akan pentingnya menjaga diri dari orang jahat, dari kejahatan seksual, dan pengetahuan mendasar tentang seksual.

Penerbit pun meminta maaf dan mengaku telah menarik buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ dari pasaran. Hanya saja buku itu masih beredar dan dijual secara online. Untuk buku yang sudah dibeli, penerbit juga meminta agar pembeli menghubungi mereka untuk proses ganti rugi.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Nasional

Advertisement
Advertisement