Terganjal Aturan Jilbab, Siswa Non Muslim Ini Tak Bisa Masuk Sekolah Idaman

Ilsutrasi Jilbab di Sekolah
Ilsutrasi Jilbab di Sekolah

RANCAH POST – Dugaan diskriminasi menimpa seorang siswa berinisial NWA, putri dari Timotius Purno Ribowo, warga Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Mulanya NWA senang bukan kepalang lantaran dirinya bisa diterima di sekolah yang menjadi idamannya, SMPN 3 Genteng.

Namun hal itu sirna seiring NWA melakukan daftar ulang di sekolah tersebut.

“Ketika hendak membayar uang seragam, panitia PPDB SMPN 3 Genteng menyatakan tidak menerima siswa non Muslim,” kata Timotius, orangtua NWA, Sabtu (15/7/2017).

“Saya sendiri menyampaikan bahwa sekolah negeri seharusnya menerima siswa dari berbagai kalangan, tidak pilih-pilih,” lanjut Timotius.

BACA JUGA: Sekolah di Purwakarta Bakal Miliki Tempat Ibadah Semua Agama

Merasa mendapat perlakuan tak adil, Timotius kemudian mendatangi Dinas Pendidikan Banyuwangi. Dinilai ada kesalahan, disdik pun meminta SMPN 3 Genteng menerima NWA.

Kendati demikian, NWA diterima dengan satu syarat, meski non Muslim ia harus mengenakan jilbab dan mengikuti semua kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan.

“Saya kembali mengadu ke dinas pendidikan, mereka memberikan rekomendasi supaya anak saya masuk sekolah lain. Negara kita ini negara Pancasila, tak sepatutnya sekolah menerapkan aturan semacam itu,” tandas dia.

Adapun sebagaimana dikatakan Plt Kepsek SMPN 3 Genteng, Teguh Lumekso, seragam berjilbab sudah menjadi aturan di sekolah. Untuk siswa non Muslim, pihak sekolah belum menentukan aturannya.

“Sekolah ini umum dan menerima semua siswa dari berbagai golongan. Hanya saja dalam regulasinya, sekolah ini menggunakan seragam berjilbab dan belum ada aturan untuk non Muslim,” terang Teguh.

Meski harus menelan pil pahit, NWA kini tetap bisa bersekolah dan melanjutkan studi di SMPN 1 Genteng.

Loading...

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here