Connect with us

Ajib! Nonton Dangdut di Pati Tarif Parkir Motornya Rp 30 Ribu, Netizen: Tukang Parkirnya Lagi Naik Daun

Ajib! Nonton Dangdut di Pati Tarif Parkir Motornya Rp 30 Ribu, Netizen: Tukang Parkirnya Lagi Naik Daun
Screenshot. (FACEBOOK)

Sosial Media

Ajib! Nonton Dangdut di Pati Tarif Parkir Motornya Rp 30 Ribu, Netizen: Tukang Parkirnya Lagi Naik Daun

RANCAH POST – Jasa parkir biasanya akan mendadak mahal dalam kondisi tertentu. Misalnya saja pada acara-acara tertentu dengan skala yang cukup besar.

Tarif parkir yang cukup mahal juga biasanya diterapkan di tempat wisata. Harga tarif parkirnya berkisar dari Rp 1.000 – Rp 2.000, dan bisa naik sampai lima kali lipat.

Namun lain halnya dengan tarif parkir di Pati yang membuat netizen merasa keberatan. Sebab tarif parkir motor untuk nonton konser dangdut dipatok dengan harga Rp 30.000.

Tentunya harga tarif parkir ini sangatlah mahal jika dibandingkan dengan tarif parkir di acara yang sama.

Kabar kejadian ini disampaikan oleh akun Facebook Muhammad Asroni yang ia unggah ke grup Kumpulan Anak Asli Pati.

“JUDUL E BAKALAN DUKUH SEKTI BERGOYANG
TUKANG PARKIR NAIK HAJI

Sopo om tante seng mau nonton dangdut nok bakalan dukuhsekti parkir e jos tenan

Spd motor 30 ribu
Mobil 150 ribu
Truk 300 ribu
Pejalan kaki 10 – 15 ribu
Joss tenan viral suwe2 ngko 😂😂😂😂”, tulis Asroni dalam caption foto yang ia unggah.

Ajib! Nonton Dangdut di Pati Tarif Parkir Motornya Rp 30 Ribu, Netizen: Tukang Parkirnya Lagi Naik Daun

Sontak postingan itupun dibanjiri komentar dari para netizen yang kaget dengan kabar yang Asroni bagikan.

Melihat hal itu, salah seorang anggota penyelenggara konser dangdut tersebut memberikan klarifikasi mengenai mahalnya tarif parkir.

Klarifikasi itu dijelaskan oleh akun Facebook bernama Lebah dalam kolom komentar.

“Klarifikasi kabar miring New Pallapa bersama Makoba
(Monggo dibaca pelan-pelan)

Makoba (Manunggale konco2 Bakalan) ingin menghibur penikmat musik, dan terkhusus warga desa Bakalan.

Biaya penyelenggaraan SEPENUHNYA HANYA DITANGGUNG 100 DONATUR UTAMA (masing2 1jt rupiah) + pengusaha se desa Bakalan.

100 donatur tersebut mendapatkan 1 kaos (kursi VVIP) + 8 tiket (kursi VIP) yg dapat digunakan oleh saudara/teman para donatur.

Panitia tidak pernah mengkomersialkan/menjual tiket VIP untuk umum.

Apabila para donatur menjual kembali tiket miliknya, itu sepenuhnya hak pemilik tiket dan diluar tanggung jawab panitia.

Parkir sudah dilelang (ditebas) senilai 16jt rupiah, dg kesepakatan parkir ditempatkan di sekitar lapangan, biaya sewa tempat dibebankan kpd penebas parkir.

Untuk harga tiket parkir yg dinilai terlalu mahal oleh sebagian kalangan dan tekhnis parkir yg diluar kesepakatan, kami dari panitia meminta maaf karena kurang koordinasi dg petugas parkir dan tidak membuat kesepakatan soal harga tiket parkir terlebih dulu.

Panitia diijinkan menutup jalan utama, selama acara berlangsung, pengguna jalan dipersilahkan lewat jalur alternatif (kalikalong – dumpil – penggung – ngagel). Dan lagi2 Panitia harus meminta maaf atas ketidak nyamanan tersebut.

Jadi, kabar tentang TIKET YANG DIKOMERSILKAN DAN PANITIA MEMALAK PENGGUNA JALAN DENGAN DALIH PARKIR KARENA KEKURANGAN DANA SAMA SEKALI TIDAK BENAR.

Nyinyiran, paidonan, dan hinaan bagi panitia sudah dianggap sego dudoh (wes biasa)

Panitia sangat menerima kritik yg membangun, dan sangat mengharapkan saran/solusi untuk evaluasi bagi kami.

Terlepas dari segala khilaf, kesalahan, dan ketidaknyamanan yg kami lakukan, SEMUANYA KEMBALI PADA POIN PERTAMA. salam SNP”.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Sosial Media

Advertisement
Advertisement
To Top