Netizen Ini Mengaku Kalau Fotonya Dicuri dan Dijadikan Admin Grup ‘Persatuan Gay Universitas Brawijaya’

Grup Gay Universitas Brawijaya Malang
Grup Gay Universitas Brawijaya Malang

RANCAH POST – Sebuah grup Facebook yang menyertakan nama Universitas Brawijaya Malang dalam akunnya membuat heboh netizen beberapa waktu lalu.

Heboh dikarenakan grup Facebook itu diduga wadah berkumpulnya para pria penyuka sesama jenis alias homoseksual.

Salah satu akun yang menjadi anggota grup ‘Persatuan Gay Universitas Brawijaya’ itu diketahui bernama Aditya radit dengan foto profil berlatar merah.

Namun seiring dengan hebohnya grup ‘Gay Universitas Brawijaya’ itu, seorang netizen bernama Hafid Rachmawan Priyatama menyatakan bahwa foto dalam akun miliknya telah dicuri dan dijadikan sebagai admin dalam grup itu.

BACA JUGA: HEBOH Grup Fb ‘Persatuan Gay Universitas Brawijaya Malang’, Netizen: Na’udzubillah min Dzaliik!

Berikut postingan Hafid Rachmawan Priyatama sebagaimana dikutip Rancah Post.

Assalamu’alaikum teman2 sekalian…

mohon maaf mengganggu waktunya sebentar… saya Hafid Rachmawan Priyatama, mohon bantuan kepada teman2 yang mempunyai akun facebook agar melaporkan akun bernama aditya radit ke pihak facebook karena telah mengambil foto saya untuk digunakan sebagai foto profil.

Selain itu akun tersebut digunakan sebagai admin dari grup facebook “Persatuan Gay Universitas Brawijaya”. Ini merupakan fitnah kejam yang bisa merusak nama baik saya.

Oleh karena itu sekali lagi saya mohon bantuan teman2 sekalian untuk melaporkan akun tersebut atau bisa share postingan ini. Semoga Allah membalas perbuatan baik kalian yang telah membantu saya.. 🙏🙏🙏😢

Postingan Hafid pun dikomentari sejumlah netizen, mereka menyarankan agar Hafid melapor ke kepolisian.

Tubagus Rakhmad Yusuf Maulana, “Lapor nang polsek fid, njaluk tolong lacak ip address e pasti ketemu.”

Agung Budi Santoso, “Pasti pelaku juga kenal sampean, selidiki dari friendlist yang ada atau orang2 terdekat, kumpulkan bukti sebanyak mungkin kalau sudah punya langsung lapor karena sudah termasuk cyber crime”

Loading...

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here