Connect with us

Jadi Pengamen Hingga Tidur di Emperan Toko, Cerita Remaja Korban Tsunami Aceh Ini Menggetarkan Hati

Jadi Pengamen Hingga Tidur di Emperan Toko, Cerita Remaja Korban Tsunami Aceh Ini Menggetarkan Hati
Screenshot. (FACEBOOK)

Sosial Media

Jadi Pengamen Hingga Tidur di Emperan Toko, Cerita Remaja Korban Tsunami Aceh Ini Menggetarkan Hati

RANCAH POST – Remaja ini harus rela meninggalkan sekolahnya demi untuk mencari nafkah. Setiap harinya remaja ini mencari nafkah dengan cara mengamen.

Dengan menggunakan alat yang sederhana, remaja ini berharap ada orang yang mau menghargai suaranya itu.

Seperti diceritakan oleh salah seorang pengguna Facebook dengan nama akun Ocha Wita, saat itu ia bertemu langsung dengan remaja yang bekerja sebagai pengamen itu.

Wita menceritakan saat itu ia mampir ke sebuah warung nasi langganannya untuk membeli makanan. Saat itu ia melihat seorang remaja berkaus abu-abu sedang tidur di emperan toko.

Kemudian si pemilik warung pun meminta Wita untuk membangunkan anak tersebut karena pemilik warung mau memberinya makan.

BACA JUGA : KISAH Pilu Boneka Doraemon Yang Dijual di Grup Jual Beli Ini Bikin Sedih, Tapi

Remaja berambut ikel itupun terlihat sangat lahap menyantap makanannya itu. Disela-sela aktivitas makannya, Wita pun sedikit berbincang dengan remaja tersebut.

Aku : kok tidur disitu dek? Rumah nya dimana? Mau kemana?
Adek : mau ngamen kk.. rumah ku di Arengka dekat pasar pagi..
Aku : trus org tua gmna? Masih ada? Tau? Kok gk pulang ke rumah dek? Adek org mana?
Adek : tau Kak.. aku pulang sekali 4hr,aku kesini ngamen Kak.. org tua udah cerai th 2004 pas tsunami di Aceh,aku org Aceh kk. Aku tinggal sama ibu,aku anak ke 3 dr 4 bersaudara,udah gk sekolah lg,abg kerja bangunan,kakak kerja di counter hp,ibu cari kara kara(mulung).. aku kesini cari uang kk untuk bantu ibu” (ngomong nya pelan agak gugup)

Mendengar hal itu, Wita yang sedang makan pun langsung berhenti dan tenggorokannya tiba-tiba sakit karena menahan air mata.

Gak cuma itu saja yang membuat hati Wita merasa bergetar. Saat anak tersebut sedang lahap makan, tiba-tiba saja ia berhenti makan dan meminta kantong plastik.

Rupanya remaja pria itu akan membagi makanan yang sedang dimakannya itu untuk adik.

“Pas si adek selesai makan nasinya masih sisa,katanya “Bu minta plastik boleh? Makan nya mau di bungkus buat adek… Aku pamit ya kak,ya bu.. mau pulang ke rumah,makasih yaa..”

Mendengar hal itu, hati Wita pun serasa pecah dan kakinya terasa begitu lemas. Ia lalu berpikir selama ini dirinya kalau makan sering tersisa, kurang bersyukur dan selalu mengeluh.

Tadi ceritanya aku antar nasi buat mkn siang suami ke kantor nya trus mampir di kedai sarapan ngutip uang arisan.. Ya…

Publié par Ocha Wita sur mardi 22 août 2017

Sampai saat ini, postingan yang diunggah pada tanggal 23 Agustus itu telah mendapat 11 ribu like dan telah dibagikan sebanyak 4.743 kali.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Sosial Media

Advertisement
To Top