Connect with us

Berita Nasional

Tak Berhenti Menangis, Balita Dibanting Tukang Ojek Langganan Ibu Hingga Tewas

Published

on

Tak Berhenti Menangis, Balita Dibanting Tukang Ojek Langganan Ibu Hingga Tewas
Jenazah Balita Dianiaya Tukang Ojek (DETIK)

RANCAH POST – Putri pasangan Wiyono dan Rina Munarsih bernama Alesha Keisha Ardani, 22 bulan, tewas mengenaskan di tangan tukang ojek langganan ibunya.

Alesha tewas dengan cara dijantur (posisi kepala di bawah) dan kemudian dibantingkan ke tempat tidur. Alasan tukang ojek aniaya balita itu sepele, tak lain karena korban tak berhenti menangis saat dititipkan ibunya ke pelaku.

Peristiwa tukang ojek aniaya balita 22 bulan itu terjadi di lingkungan Stendo, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Sabut (28/10/2017) kemarin.

Kejadian tersebut bermula manakala Rina menitipkan Alesha ke rumah pelaku, Efendi, warga Lingkungan Pakis Duren, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi.

Alasan Rina menitipkan anaknya kerena hendak menemui temannya yang lokasinya tak jauh dari rumah tukang ojek tersebut.

BACA JUGAOknum Anggota TNI Tembak Mati Tukang Ojek di Pinggir Jalan

“Setelah menemui temannya sekitar setengah jam, Rina kembali ke rumah pelaku dan mendapati anaknya sudah dalam kondisi menderita luka lebam,” terang Kanitpidum Polres Banyuwangi Ipda Mohammad Lutfi.

Tak hanya menderita luka lebam, Alesha juga dalam kondisi tak sadarkan diri sehingga dilarikan ke rumah sakit guna menjalani perawatan intensif. “Pelaku berkilah bahwa korban jatuh di kamar mandi,” ucap Lutfi.

Sabtu petang, sekitar pukul 18.20 WIB, Alesha akhirnya meninggal dunia. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tukang ojek aniaya balita itu ke kepolisian.

“Saat kami berusaha mengamankan pelaku dari rumahnya, ia berusaha melarikan diri dengan melompati jendela. Istri pelaku juga sempat menghalangi usaha anggota,” kata Lutfi.

Tentu saja hal itu semakin menguatkan kecurigaan bahwa korban bukan terjatuh di kamar mandi. Setelah berhasil diamankan dan menjalani interogasi, Efendi pun mengakui perbuatannya.

“Korban yang dibanting ke kasur dua kali itu membentur tempat tidur dari kayu hingga mengeluarkan darah,” tukas Lutfi.

Loading...
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
Advertisement