Connect with us

Cinta Nista Berujung Petaka, Iman Dibunuh Badrun dan Dibuang di Terminal Kampung Rambutan

Cinta Nista Berujung Petaka, Iman Dibunuh Badrun dan Dibuang di Terminal Kampung Rambutan
Penemuan mayat di Terminal Kampung Rambutan (TRIBUNNEWS)

Berita Nasional

Cinta Nista Berujung Petaka, Iman Dibunuh Badrun dan Dibuang di Terminal Kampung Rambutan

RANCAH POST – Mayat seorang pemuda bernama Iman maulana, 19 tahun, ditemukan di Terminal Kampung Rambutan Jakarta Timur, Selasa (14/11/2017) lalu.

Iman dikabarkan dibunuh oleh Badrun, 43 tahun, karena terbakar api cemburu. Mayat Iman disebutkan sudah tergeletak dalam sebuah bungkusan sejak Minggu (12/11/2017) silam di area toilet terminal.

Semenjak mayat korban pembunuhan di temukan di Terminal Kampung Rambutan, aparat pun melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasusnya.

Akhirnya, hanya membutuhkan waktu tujuh jam, pelaku pembunuhan sekaligus pembuangan mayat di Terminal Kampung Rambutan berhasil diungkap Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, Polres Metro Bekasi Kota dan Polres Banyumas.

BACA JUGAPernikahan Sejenis Dilegalkan, MK: UU Pernikahan Beda Kelamin Salah dan Harus Diubah

“Dari penemuan mayat hingga pengungkapan kasus hanya tujuh jam saja,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Rabu (15/11/2017).

Identitas Imam Maulana diketahui dari pemeriksaan sidik jari. Kemudian polisi melakukan pengusutan dan mengetahui dari saksi bahwa pembunuhan berlokasi di toko Clean House Laundry, Citra Gran Cibubur, Bekasi.

Di lokasi yang sama, Badrun, pelaku pembuang mayat di Terminal Kampung Rambutan ditangkap. Namun Badrun sempat melawan dan mencoba mengakhiri hidup dengan cara menggigit lidah sendiri.

Informasi menyebutkan, Badrun nekat menghabisi Imam lantaran mengetahui kalau Imam mempunyai seorang kekasih wanita asal Bandung. Keduanya ternyata menyukai sesama jenis. Badrun yang emosi membenturkan kepala Imam ke tangga hingga tewas.

“Mayat korban selama dua hari disimpan di tempat laundry selama 2 hari, kemudian dibuang ke terminal menggunakan taksi online,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan.

Atas perbuatannya, Badrun diancam dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita Nasional

Advertisement
Advertisement