Bupati Jombang Ditangkap KPK, Diduga Korupsi Dana Kesehatan

Bupati Jombang Ditangkap KPK Diduga Korupsi Dana Kesehatan
Bupati Jombang Ditangkap KPK Diduga Korupsi Dana Kesehatan

RANCAH POST – Ditangkapnya Nyono Suharli Wihandoko oleh Komisi Pemberantasan Korupis kembali menambah daftar kepala daerah yang tersandung kasus korupsi.

Ya, Bupati Jombang Nyono Suharli kena OTT KPK pada Sabtu (3/2/2018) kemarin di daerah Solo Jawa Tengah.

Nyono Suharli Bupati Jombang tertangkap KPK itu kemudian langsung dibawa ke gedung KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Nyono yang ditangkap bersama dengan ajudannya itu tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi sekitar pukul 21.15 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan.

Hanya saja, setibanya di gedung KPK, Bupati Jombang itu membantah dirinya kena OTT. “Ini bukan penangkapan,” ucap Nyono.

OTT Bupati Jombang tersebut diduga berkaitan dengan dana kesehatan. “Yang bersangkutan diduga menerima sejumlah uang,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Selain memeriksa Bupati Jombang Nyono Suharli, Komisi Pemberantasan Korupsi juga dikabarkan memeriksa 3 orang pegawai Dinkes Kabupaten Jombang.

Sementara itu, dikatakan seorang pegiat anti korupsi di Jombang Aan Ansori, tak heran dengan praktek suap dan gratifikasi di Kabupaten Jombang.

Termasuk pada masa pemerintahan Bupati Nyono dalam kurun waktu 2013 hinga 2018.

“Terjadi hal seperti itu dihampir setiap instansi pemerintahan,” ucap Aan yang menjabat sebagai Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK) Jombang.

Kader Golkar yang tertangkap KPK tak hanya Nyono saja. Sebelumnya, KPK juga telah menahan Bupati Kukar Rita Widyasari dalam kasus pencucian uang hasil korupsi.

Tak hanya Rita saja, ada pejabat daerah lain dari Partai Golkar yang juga harus berurusan dengan lembaga anti rasuah tersebut.

BACA JUGAFoto Bupati Lebak Panjat Pohon Durian Viral, Ternyata Ada Cerita Unik Dibaliknya

Mereka di antaranya Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, Walikota Cilegon Tubagus Imam Ariyadi, Walikota Tegal Siti Masitha, dan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti.

Loading...

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here