Connect with us

Sosial Media

Sering Dibully, Bocah SD di Bolmong Nekat Gantung Diri, Sempat Tulis Surat Untuk Sang Ayah

Published

on

Sering Dibully Bocah Sd Di Bolmong Nekat Gantung Diri Sempat Tulis Surat Untuk Sang Ayah
Foto. (ILUSTRASI)

RANCAH POST – Kasus pembullyan yang sering dilakukan di sekolah oleh para pelajar adalah hal yang serius. Bahkan tak jarang korban merasa tertekan dan akhirnya putus asa bahkan dan nekat bunuh diri.

Hal ini terjadi pada seorang anak SD berumur 12 tahun bernama Jonathan Turangan. Ia merupakan murid SD di Bolmong.

Kejadian ini diketahui dari postingan akun Facebook Yuni Rusmini.

‘Buat sahabatku semua. Baik yang berada di posisi sebagai ortu, sebagai guru, maupun sbgi adik” pelajar dari sekolah manapun. Mari lbh peka Dan peduli, kpd Anak, siswa, maupun teman sekolah.

‘Mari Belajar dari kisah Ini……👇👇👇👇👇👇 Anak SD Melakukan bunuh diri karena merasa malu sering di bully di sekolah.
(Murid SD Gantung Diri Tulis Surat untuk Ayah)

‘Jonathan Turangan (12), murid SD di Bolmong, sempat menulis surat untuk sang ayah, Jefri Turangan (45) sebelum gantung diri. Dalam suratnya, murid kelas V SDN 1 Imandi, itu menyampaikan permohonan maaf kepada sang ayah.’

‘Anak SD , Warga Kelurahan Imandi, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, ini mengaku sayang kepada sang ayah.

‘Ayah aku minta maaf atas kesalahanku hari ini. Aku sayang ayah,” tulis bocah yang akrab disapa Nathan itu dalam secarik kertas.

‘Nathan gantung diri di dapur rumahnya pada Rabu (7/2/2018) sekitar pukul 10.30. Diduga, Nathan nekat mengakhiri hidupnya lantaran malu sering dibully di sekolah.

“Tadi saya koordinasi dengan kepala sekolahnya. Katanya di sekolah sering diejek teman-temannya. Merasa minder. Jadi dia diduga depresi karena dibully sehingga mengakhiri hidupnya,” ucap Kapolsek Dumoga Timur Iptu Nico Tulandi, Kamis 8 Februari 2018.

‘Sementara itu, Wali kelas korban, Masye Meike Aring mengaku terkejut saat mendengar informasi kematian muridnya.’

‘Menurut Masye, Nathan terakhir kali ke sekolah mengenakan baju kaos hitam dan celana merah. Padahal, SDN 1 Imandi hanya membolehkan siswanya pakai kaos pada akhir pekan.’

‘Saya tanya kenapa pakai kaos. Katanya kemejanya kotor. Pada Senin sebelumnya, saya lihat dia pakai kemeja yang sudah lusuh,’ ujar Masye.’

‘Dikatakan Masye, hari itu Nathan tampak berbeda dari hari-hari biasa. Ia terlihat murung dan lebih banyak diam.

Tentu saja kejadian ini membuat netizen prihatin dan lebih hati-hati untuk menjaga anak-anaknya.

BACA JUGA

Bagi para orang tua tentunya harus lebih perhatian dan langsung bertanya kepada anaknya jika mereka bertingkah tidak biasa.

Loading...
Advertisement