Berlindung di Gubuk Saat Angin Puting Beliung di Banjar Berlangsung, Warga Tewas Tertimpa Pohon

Berlindung Di Gubuk Saat Angin Puting Beliung Di Banjar Berlangsung, Warga Tewas Tertimpa Pohon
Berlindung Di Gubuk Saat Angin Puting Beliung Di Banjar Berlangsung, Warga Tewas Tertimpa Pohon

BERITA BANJAR, RANCAH POST – Angin puting beliung di Banjar yang disertai dengan guyuran butiran es berlangsung pada Jumat (6/4/2018) sore kemarin.

Dalam bencana angin puting beliung Banjar tersebut, satu warga dikabarkan meninggal dunia usai tertimpa pohon tumbang.

Warga yang menjadi korban meninggal dunia dalam angin puting beliung dan hujan es di Banjar itu diketahui bernama Momon, 65 tahun.

Momon sendiri merupakan warga Siluman Baru, RT 35/16, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.

Diterangkan Ivan, 34 tahun, tetangga korban, ketika hujan es di Kota Banjar, Momon berteduh di gubuk yang tak jauh dari rumahnya.

Namun tak lama kemudian, terjadi angin kencang yang merobohkan pohon berukuran besar. Pohon besar tersebut langsung menimpa gubuk yang digunakan Momon berteduh.

“Gubuk yang digunakan korban berteduh itu tertimpa pohon yang tumbang saat hujan deras disertai angin kencang berlangsung,” ujar Ivan.

Korban angin puting beliung di Banjar itu pun kemudian ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit. Hanya saja, korban yang mengalami luka parah pada bagian kepada itu meninggal dunia dalam perjalanan.

Bencana puting beliung di Banjar juga membuat para pemilik warung di sekitar Terminal Kota Banjar syok. “Barang dagangan juga hancur,” ucap pemilik warung nasi bernama Aminah, 51 tahun.

Angin puting beliung dan hujan es di Banjar juga mengakibatkan akses keluar masuk terminal terhambat lantaran adanya pohon yang tumbang.

Sementara itu, Apep, pemilik warung di Jalan Stadion Patroman juga mengalami kejadian serupa, warung miliknya tertimpa ranting pohon yang tumbang.

BACA JUGA: Puting Beliung Banjar, Wilayah Ini Alami Kerusakan Paling Parah

Saat itu, Apep tengah bersama istrinya di dalam warung. “Saya langsung keluar, ternyata atap warung kami sudah rusak karena tertimpa ranting pohon berukuran besar,” terang Apep, dilansir Harapan Rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here