Kurang Terawat, Sirkuit BMX Ciamis Berubah Jadi Tempat Perosotan Anak-Anak

Terbengkalai Sirkuit BMX Ciamis Berubah Jadi Tempat Perosotan
Terbengkalai Sirkuit BMX Ciamis Berubah Jadi Tempat Perosotan

BERITA CIAMIS, RANCAH POST – Area sirkuit BMX Ciamis kini berubah menjadi lokasi alternatif anak-anak bermain.

Ya, setelah lama tak digunakan selepas ajang PON Jawa barat 2016 lalu, venue sirkuti BMX di Ciamis itu kini berubah menjadi tempat perosotan raksasa.

Sebagaimana terlihat pada Minggu (1/7/2018) pagi kemarin, sejumlah anak terlihat bermain di area sirkuti BMX yang berada di Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis, Jawa Barat terebut.

Kendati kondisi start gate lumayan curam, anak-anak yang terlihat ceria itu sama sekali tidak takut. Berulang kali mereka terlihat bermain di sirkuit balap sepeda yang menelan anggaran puluhan miliar tersebut.

Bukan hanya digunakan untuk bermain prosotan, tribun sirkuti BMX Ciamis juga dimanfaatkan warga Ciamis untuk sekedar bersantai dan berfoto bersama.

Lantaran tak ada lagi kegiatan atau pertandiangan di area sirkuti BMX Cigembor itu, rumput liar pun nampak tumbuh di sejumlah titik.

“Kebetulan sedang ngajak anak main di pasar dadakan yang ada di parkiran BMX. Anak saya juga jadi ingin ikutan pas melihat banyak yang sedang main prosotan,” kata warga Ciamis bernama Puput.

Meski demikian, Puput menyayangkan kondisi sirkuit balap sepeda BMX di Ciamis yang terbengkalai. Padahal bila dikelola dengan baik, sirkuit terebut bisa digunakan untuk membina atlet sepeda BMX.

“Entah pemerintah yang kurang mendukung atau bagaimana saya kurang tahu juga. Dimanfaatkan untuk tempat bermain anak bagus juga, murah-meriah lagi,” ujar Puput, sebagaimana dilansir Detik.

Senada dikatakan warga bernama Dadang, ia sangat prihatin dengan kondisi sirkuit BMX Ciamis yang terkesan kurang terawat.

Padahal menurutnya, sirkuit tersebut anggaran pembangunannya tidak sedikit.

BACA JUGA: Ini Mabokuy, Karya Seni Pengrajin Anyaman Bambu Ciamis yang Akan Tampil di MTQ Jawa Barat

“Kondisi bangunannya bagus, cuma kesannya seperti kurang terawat. Kabarnya akan terus dipakai untuk berbagai kegiatan, tapi tak ada kelanjutannya,” ucap Dadang.

Loading...

Tinggalkan komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here